Translate

Tampilkan postingan dengan label Kisah islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah islami. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juli 2013

shalat taraweh pada masa Amirul mukminin

Shalat tarawih adalah bagian dari shalat sunnah Al-Mu’akkadadah (shalat sunnah yang sangat disunnahkan). Sedangkan raka’at shalat tarawih adalah 20 rakaat tanpa witir, sebagaimana yang telah dikerjakan Umar dan mayoritas sahabat lainnya yang sudah disepakati oleh umatnya.

Bahkan ini sudah menjadi ijma’ sahabat dan semua ulama’ madzhab, Syafi’i, Hanafi, Hanbali dan mayoritas Madzhab Maliki. Karena dalam Madzhab Malikyi ini masih ada khilaf, seperti hadist yang diriwayatkan dari Imam Malik bin Anas ra, Imam darul Hijroh Madinah yang berpendapat bahwa shalat tararawih itu lebih dari 20 rakaat sampai 36 rakaat. Adapun hadist Malik bin Anas adalah sebagaimana berikut: Beliau berkata; “Saya dapati orang-orang melakukan ibadah malam di bulan Ramadhan ‘yakni shalat tarawih’ dengan tiga puluh sembilan raka’at yang tiga adalah shalat Witir.”

Imam Malik sendiri memilih 8 rakaat namun secara mayoritas Malikiyyah sesuai dengan pendapat mayoritas Syafi’iyyah, Hanabilah dan Hanafiyyah yang telah sepakat bahwa shalat tarawih adalah 20 raka’at, hal ini merupakan pendapat yang lebih kuat dan sempurna ijma’nya.



Shalat Tarawih Pada Masa Sahabat Abu Bakar

Umat Islam melaksanakan shalat tarawih sendiri-sendiri atau berkelompok sekitar 3, 4, dan atau 6 orang.

Pada masa Abu Bakar, shalat tarawih dengan satu imam di masjid belum ada, sehingga pada masa tersebut rakaat shalat tarawihpun belum ada ketetapan yang secara jelas, karena para shahabat ada yang melaksanakan shalat 8 rakaat kemudian menyempurnakan di rumahnya seperti pada keterangan di awal.



Shalat Tarawih Pada Masa Umar

Setelah Umar mengetahui umat Islam shalat tarawih sendiri-sendiri, barulah muncul dalam pikirannya untuk mengumpulkan para sahabat untuk melaksanakan shalat tarawih di dalam masjid dengan satu imam, sebagaimana keterangan di bawah ini:

“Dari Abi Hurairah ra, beliau berkata: “Rasulullah SAW keluar di bulan Ramadhan, beliau melihat banyak manusia yang melakukan shalat tarawih di sudut masjid, beliau bertanya, ‘Siapa mereka?’, kemudian dijawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang tidak mempunyai al-Qur’an (tidak bisa menghafal atau tidak hafal al-Qur’an), dan sahabat Ubay bin Ka’ab shalat mengimami mereka’. Lalu Nabi berkata: ‘Benar mereka itu, dan sebaik-baiknya perbuatan adalah yang mereka lakukan’,” (HR: Abu Dawud).

Kemudian Umar berinisiatif mengumpulkan para sahabat shalat tarawih dalam satu Masjid dengan satu imam. Sebagaimana keterangan:

“Dari ‘Abdirrohman bin ‘Abdil Qori’ beliau berkata; ‘Aku keluar bersama Umar bin Khatthab ra ke Masjid pada bulan Ramadhan. (Didapati dalam masjid tersebut) orang yang shalat tarawih berbeda-beda. Ada yang shalat sendiri-sendiri dan ada juga yang shalat berjama’ah. Lalu Umar berkata: ‘Aku punya pendapat andai kata mereka aku kumpulkan dalam jama’ah satu imam, niscaya itu lebih bagus.’ Lalu beliau mengumpulkan mereka dengan seorang imam, yakni Ubay bin Ka’ab. Kemudian satu malam berikutnya, kami datang lagi ke masjid. Orang-orang sudah melaksanakan shalat tarawih dengan berjama’ah di belakang satu imam. Umar berkata: ‘Sebaik-baiknya bid’ah adalah ini (shalat tarawih dengan berjama’ah)’,” (HR: Bukhari).

Dari sini sudah sangat jelas bahwa pertama kali orang yang mengumpulkan para sahabat untuk melaksanakan tarawih dengan cara berjama’ah adalah Umar, sedangkan jama’ah shalat tarawih pada waktu itu dilakukan dengan 20 rakaat. Sebagaimana keterangan:

Dari Yazid bin Ruman telah berkata: “Manusia senantiasa melaksanakan shalat (tarawih) pada masa Umar ra di bulan Ramadhan sebanyak 23 rakaat,” (HR. Malik).

Yang dimaksud 23 rakaat adalah, melaksanakan shalat tarawih 20 rakaat dan witir. Dengan bukti hadist yang diriwayatkan Sa’ib bin Yazid:

“Dari Saaib bin Yazid berkata: “Para sahabat melaksanakan shalat (tarawih) pada masa Umar ra di bulan Ramadhan sebanyak 20 rakaat,” (HR. Al-Baihaqi).

Apakah Umar salah karena telah melakukan apa yang tidak dilakukan oleh Rasulullah?

“Sesungguhnya Allah telah menjadikan kebenaran melalui lisan dan hati Umar,” (HR. Turmudzi).  “Dari Hudzaifah ra ia berkata, Rasulullah SAW telah bersabda; ‘Ikutilah dua orang setelahku, yakni Abu Bakar dan Umar,” (HR. Turmudzi). (bulletin mashlahat)

Jumat, 12 Juli 2013

abu nawas lomba mimpi di bulan ramadhan


Pada suatu siang di bulan Ramadan, Abunawas didatangi oleh dua orang temannya yang tidak berpuasa. Mereka bersekongkol untuk ngerjai Abu Nawas.
Tibalah mereka di depan pintu rumah Abu Nawas. Setelah mengucapkan salam, tanpa basa basi lagi mereka mengajak Abu Nawas ngabuburit (mengisi waktu untuk menunggu berbuka puasa.

Sampailah mereka di warung nasi, dan teman-temannya membeli nasi untuk dibungkus. Abu Nawas mengira kalau teman-temannya sangat menghormati orang yang berpuasa meski mereka tidak puasa karena temannya tidak makan di warung tersebut, namun di bawa pulang.

Setelah itu, mereka pergi meninggalkan warung tersebut dan sampailah di rumah salah satu temannya. Begitu tiba berbuka puasa, Abu Nawas berkata,
“Wah, sudah waktunya berbuka.”
“Minum saja dulu biar batal puasamu,” kata temannya.
Abu Nawas pun segera minum dan selanjutnya menunggu. Teman mereka bilang,
“Silahkan shalat dulu, nanti ketinggalan shalat maghrib,” kata salah satu temannya.

Abu Nawas pun kemudian mengambil air wudhu dan menjalankan shalat maghrib. Namun apa yang terjadi, setelah shalat maghrib pun Abu Nawas belum bisa makan nasi karena temannya menyuruh agar mengaji Al Qur’an terlebih dahulu.
“Mengajilah Al Qur’an terlebih dahulu, mumpung perutmu masih kosong. Nanti kalau sudah kenyang kamu mengantuk,” kata teman Abu Nawas.

Abu Nawas merasa jengkel, seakan dikerjai oleh teman-temannya. Meski begitu Abu Nawas nurut dan mengaji Al Qur’an.
Setelah mengaji, Abu Nawas malah diajak lomba tidur. Siapa yang mimpinya paling indah maka dia berhak menyantap makanan.
“Abu Nawas, sekarang mari kita lomba tidur, esok pagi siapa yang mimpinya paling indah dia bisa makan makanan ini,” kata salah seorang temannya.

Abu Nawas mulai sadar kalau dirinya dikerjai teman-temannya.
Lomba tidur tersebut disanggupi oleh Abu Nawas dengan perasaan marah.
Pada esok paginya, mereka bertiga bangun. Salah satu temannya bercerita,
“Aku semalam mimpi indah sekali, mimpi punya mobil mewah, rumah mewah, pesawat pribadi dan punya uang banyak sekali.”
“Mimpimu indah, tapi egois sekali,” kata teman yang satunya.

Kemudian teman yang satunya lagi menceritakan mimpinya.
“Aku semalam bermimpi bahwa negeriku ini tidak punya hutang, infrastrukturnya bagus sekali, jalan-jalan yang mulus, pelabuhan-pelabuhan lancar, ongkos transportasi murah, rakyat sejahtera hingga aku tidak bertemu orang yang berhak menerima zakat.”
“Wah, mimpimu hebat,” kata temannya.
“Sekarang coba ceritakan mimpimu wahai Abu Nawas.”

Abu Nawas bercerita,
“Mimpiku biasa saja. Semalam aku bermimpi bertemu Nabi Daud as, Nabi yang gemar berpuasa. Beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari begitu terus tiap waktu. Kemudian Nabi Daud as bertanya,
“Apakah engkau sudah berbuka wahai Abu Nawas?”
Saya jawab belum, kata Abu Nawas.
Kemudian Nabi Daud as menyuruh aku berbuka puasa dahulu. Kontan saja aku cekatan bangun, mengambil makanan yang sudah kalian belikan.”

Mimpi Abu Nawas sangat disesali oleh kedua temannya.
Mereka kalah cerdik dengan akal Abu Nawas.
Niat untuk ngerjai, eh malah dikerjai Abu Nawas.




Selasa, 11 Juni 2013

Sebuah Percakpan 2clon Da’i

Sebuah Percakpan 2clon Da’i

  •  Da’i 1 :bro..qt kn calon dai(اِنْشَآءَاللّهُ )mau g q beri amalan utk mnjaga diri qt, bca amalan ni 7000x shari, dmn amalan ni smakin bnyk diamalkan smakin bsar energi yg km dpat,

  •  Da’i 2 : sory bro....itu adlh setan, dn tdk ad dlm ajran Islam

  •  Da’i 1 : ni adlh amalan yg baik .. Dn bcaany adlh dzikir

  •  Da’i 2 : sandainya itu amalan baik, pstilah rosulallah SAW n para shbat yg telah mndahului qt telah mengamlkanya, sandainya itu amalan baik, knp rosulallah dipkul smpai gigi grahamnya lepas? Knp abbas bin abdul mutholib twas dlm keada'an prutnya dsobek2? Knp umar bin khattab trbnuh dlam pperangan? Knp para syuhada dn shabat yg hafizQuran bnyk trbnuh dlm prang?   Krna rosulallah tdk mngajarkan ilmu sprti itu, yg rosulallah ajarkan adlh Iman n ktaqwa'an mrka pd Rabb nya, Sandainy amalan itu baik, pstilah para shabat n syuhada tdk usah rpot2 perang, qt tinggal hentakka kaki llu hmbuskan nafas,kalang kabut deh smua musuh...

  •  Da’i 1 : (hnya diam n termenung)

Dikemudian harinya...........

  •  Da’i 1 : (mngambil septong papan brukuran kira2 30x20cm,lalu dibcakanlh amaln2 trsbut pd papan dn ditruh disdut tmbok) dngn PD lalu bilng pd dai2 "bro klo km g bsa ngangkat papan ni,km hrus mengikuti amalan2 q,

  •  Da’i 2 :klo q bsa, ap km mau ninggalin amalan2 trsbut?

  •  Da’i 1 :tu gmpang ntar aj....

Lalu dcoblah tman2 yg ad dstu brusaha untk mngangkatnya, smakin kuat energi yg dkluarkan smakin jauh orang trsbut trpental.

  •  Da’i 2 :sbelum q mngangkaty, ap kau tepati perjanjian tdi?

  •  Da’i 1 :(dngn rgu mnjwb) iya....

Llu mjulah dai2 dngn bekal keykinan yg kuat, hnya Allah azza wa jalla pmilik smuax, skaligus mmbuktikan bhw amlan trsbut tdk diajarkan oleh rosulallah SAW, lalu dai2 mndkati papan trsbut dn dbcknlah "BISMILLAHIRROHMANIRROHIM" ALLAHU AKBAR" dan dipkullah papan trsbut hingga trbelah 2, lalu diangkatlah papan trsbut,
(Dngan bca "BISMILLAHIRROHMANNIRROHIM" dn kyakinan yg kuat trbirit2lah setan yg ad dlam papan trsbut)
Hikmah dri kisah trsbut adlh "Bhw tidk ad JIMAT/TAMIMAH dlm bntuk appun yg diajarkan Rosulallah SAW"
Share bila mnganggap ni pnting utk saudara klian.

Kisah Istri seorang kuli bangunan

Kisah Istri seorang kuli bangunan

Seorang ayah tanpa sengaja mendengaar percakapan sang istri yg tengah menasehati anaknya yang merasa rendah diri karena ayahnya hanya seorang tukang batu (kuli).

“nak, apakah kamu tau? bagaimana gedung2 bertingakt dan apartemen mewah itu bisa berdiri?? jalan tol dan jembatan layang bisa dibangun?? pelabuhan dan bandara bisa di gunakan??? semua membutuhkan orang2 seperti ayahmu untuk mengerjakannya,¬memang ada para pengusaha dan investor untuk membiayainya. ada arsitek dan desain interior yang merancangnya, juga ada para manager dan mandor yang mengawasi jalannya pekerjaan itu,, tapi tanpa ada orang2 seperti ayahmu yg menggali tanah, mengaduk pasir dan semen, menyusun batu kali untuk jadi fondasi kemudian menjadikannya sebuah tembok kokoh yg tidak mudah ambruk, semua impian mereka tidak akan terwujud tanpa orang2 seperti Ayahmu..” ungkap si ibu kepada putranya.

“di setiap rumah sakit, bank, gedung perkantoran, terdapat sidik jari dan butiran keringat ayah mu yang melekat di dinding bangunan itu.” lanjut sang ibu dengan penuh kasih sayang.

si anak kemudian menghampiri dan memeluk ibunya sambil berkata, “terima ¬kasih ibu, engkau telah membuat saya percaya diri dan bangga mempunyai ayah seorang tukang batu..”
Si ayah yg mendengar percakapaan mereka kemudian masuk dan berkata kepada mereka
“terima kasih kalian telah membuat hidup ayah sangat berarti”
kata si ayah sambil menyeka air mata nya.
***

semua orang bangga dengan pekerjaannya selain itu yg lebih penting lagi,”Dunia tidak menuntu kita /kamu/anda untuk menjadi seorang arsitek/ presiden/ politikus/DPR/¬ilmuwan, ect.

“untuk kebahagiaan, Dunia hanya menuntut kita agar menjadi seorang yang terbaik pada apa pun yang anda kerjakan, apapun profesi dan pekerjaan kita, yg penting HALAL, lakukanlah dengan penuh suka cita dan rasa bangga..”

Antara kayu dan paku Kisah Imajinatif Antara Kayu dan Paku

Antara kayu dan paku
Kisah Imajinatif Antara Kayu dan Paku


Wahai paku, engkau telah melukai aku. Seru sang kayu..
Paku pun menjawab:
Seandainya engkau bisa melihat apa yang terjadi pada kepalaku, niscaya engkau akan memaafkanku..

Pesan moral:

Apabila Anda hendak memarahi seseorang, cobalah berfikir sejenak dan mendengarkan alasan orang tersebut.

Selain bisa memahami permasalahan dengan jernih, hati yang tenang dari emosi amarah akan memunculkan sifat sabar dan penuh pengertian serta pemaaf tentunya

Nasihat alam Kubur

Nasihat alam Kubur

1. Aku adalah tempat yg palinggelap di antara yang gelap, maka terangilah aku dengan TAHAJUD.

2. Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlahaku dengan ber SILATURAHIM.


3. Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca AL-QUR’AN.

4. Aku adalah tempatnya binatang-binata¬ng yang menjijikan maka racunilah ia dengan Amal SEDEKAH,

5. Aku yang menyepitkanmu hingga hancur bilamana tidak Solat, bebaskan sempitan itu dengan SOLAT.

6. Aku adalah tempat untuk merendammu dengan cairan yang sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dengan PUASA.

7. Aku adalah tempat Munkar& Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawabanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimat”LAILAHA¬ILALLAH”

Cintaku Ibarat Tajwid

Cintaku Ibarat Tajwid

Saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan saktah…

hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar…

Aku di matamu mungkin bagaikan nun mati di antara idgham billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada…
Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar,
jelas dan terang…

Jika mim mati bertemu ba disebut ikhfa syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta…

Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham mutamaatsilain…
melebur jadi satu.

Cintaku padamu seperti Mad Wajib Muttasil…Paling panjang di antara yang lainnya…

Setelah kau terima cintaku nanti, hatiku rasanya seperti Qalqalah kubro.. terpantul-pantul dengan keras…

Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu..

Sayangku padamu seperti mad thobi’I dalam quran… Buanyaaakkk beneerrrrr….

semoga dalam hubungan., kita ini kayak idgham bilaghunnah ya,cuma berdua, lam dan ro’ ..

Layaknya waqaf mu’annaqah, engkau hanya boleh berhenti di salah satunya. dia atau aku?

Meski perhatianku ga terlihat kaya alif lam syamsiah,
cintaku pdmu spt alif lam Qomariah, terbaca jelas…

kau & aku spt Idghom Mutaqooribain..perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya…

Aku harap cinta kita seperti waqaf lazim,terhenti sempurna diakhir hayat…

Sama halnya dgn Mad ‘aridh dimana tiap mad bertemu lin sukun aridh akan berhenti,seperti itulah pandanganku ketika melihatmu.

Layaknya huruf Tafkhim,Namamu pun bercetak tebal di fikiranku

Seperti Hukum Imalah yg dikhususkan untuk Ro’ saja,begitu juga aku yang hanya utkmu.

Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti mad aridlisukun …

Tips agar BB tidak lemod

Tips agar BB tidak lemod
  • Usahakan tiap 2-3 hari sekali, cabut/lepas batere BB, dan diamkan selama 1-2 menit, ini fungsinya untuk membuang dan menghapus sisa-sisa file yg tidak terpakai akibat proses chatting maupun browsing.
  • Lakukan secara rutin Clear Log Event dengan cara tekan tombol ALT+L G L G..akan muncul dilayar hasil log,tekan tombol logo  ,pilih Clear Log (jk bhs inggris), atau bersihkan Log (jk bhs indonesia), tekan Delete.
  • Lakukan juga secara rutin Cleaning Memory, dgn cara, pilih Options, Security Options, Advance Security Options, Memory Cleaning, tekan tombol logo  ,pilih Clean Now.
  •  Tiap 2-3 hari sekali,lakukan Host Routing Table, dengan cara pilih Options, Advanced Options, pilih Host Routing Table, tekan tombol logo  ,pilih Register Now.
  • Dan setelah step ke 4 diatas,lakukan juga tiap 2-3 hari sekali Diagnostic Test, ini sangat penting. Karena lwt inilah kelihatan dilayar apakah BB kita terkoneksi semua,baik PIN, Register maupun koneksi Email.

Dengan cara, pilih Options, Mobile Network, setelah itu tekan logo  ,pilih Diagnostic Test, lalu tekan lagi tombol logo  ,pilih RUN,biarkan sampai proses berjalan Completed, jika hasil proses ada yg Abort,ulangi lg agar hasil jgn sampai ada yang Abort..

Itulah tips agar kinerja BB kita lancar, stabil dan tidak lemot. Semoga bermanfaat..Ingat, tips diatas bukan cuma diusahakan dilakukan, tetapi harus, agar BB lancar dan tidak lemot..Karena BB bukan HP GSM biasa..BB (Blackberry) adalah Smartphone..

Adap kepada guru

Adab Kepada Guru

Ambillah ilmu dari ulama
Orang yang shalih bagus akhlaqnya
Kepadanya manusia bertanya
Menjawab masalah memberi fatwa

Belajar jangan ke ahlul bid’ah
Orang yang cinta pada hizbiyyah
Tiada kan engkau beroleh faidah
Malah dirimu berkubang fitnah

Bersimpuhlah di hadapan guru
Merendah diri tak merasa malu
Kumpulkan faidah satu persatu
Tanpa terasa telah beribu

Wibawa guru harus dijaga
Jangan kau sebar aib-aibnya
Dia adalah manusia biasa
Yang penting engkau ambil ilmunya

Surat umar bin khattab buat Sungai Nil

Surat umar bin khattab buat sungai Nil


Ibnu Katsir dan ahli sejarah lainnya mengisahkan:
Sahabat Amer bin Al Ash atas perintah Khalifah Umar bin Katthab berhasil menundukkan negri mesir dan mengislamkan penduduknya.

Namun tidak selang beberapa lama dari keislaman penduduk Negri Mesir, sahabat Amer bin al Ash dikejutkan oleh satu kejadian aneh.

Sungai Nil yang menjadi sumber penghidupan penduduk setempat, di setiap tahun sekali harus diberi tumbal. Bila tidak, maka sungai Nil akan berhenti mengalir.

Bukan sembarang tumbal, namun tumbal super istemewa, yaitu seorang anak gadis pingitan yang cantik jelita yang didandani secantik mungkin.

Gadis tumbal tersebut diceburkan ke dalam sungai nil agar bisa mengalir kembali seperti sedia kala.

Tentu budaya ini ditentang oleh sahabat Amer bin al Ash, dengan segala konsekuensi yang terjadi.

Hampir selama tiga bulan sungai Nil berhenti mengalir, sampai-sampai penduduk setempat berencana untuk berhijrah.

Kondisi ini tentu membuat sahabat Amer bin al Ash kebingungan. Meneruskan tradisi penduduk setempat berarti berbuat kesyirikan. Tidak melakukannya, masyarakat setempat kekeringan.

Karena belum juga menemukan solusi, maka sahabat Amer bin Al Ash berkirim surat kepada Khalifah Umar bin Al Khatthab guna meminta petunjuk.

Setiba surat tersebut kepada Khalifah Umar, segera ia membalas surat gubernurnya ini

Beliau berkata: sikapmu menghentikan tradisi benar adanya, dan aku telah mengirimkan satu kartu dalam amplop suratku ini. Sesampainya suratku ini kepadamu, segera lemparkan kartu itu ke sungai Nil.

Sesampai surat balasan Khalifah Umar kepada sahabat Amer bin al Ash, segera ia membuka surat tersebut, dan ternyata didapatkan satu kartu yang bertuliskan:
Dari hamba Allah Umar Pemimpin kaum mukminin kepada sungai Nil negri Mesir.
Amma ba’du: bila selama ini airmu mengalir atas kehendakmu sendiri, maka jangan pernah lagi engkau mengalir.

Namun bila Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa yang menjadikan airmu mengalir, maka kami memohon kepada Allah agar mengalirkan airmu.

SUBHANALLAH, WALLAHU AKBAR. setelah kartu itu diceburkan ke sungai Nil, maka air sungai Nil mengalir seperti sedia kala.

Dan tradisi syirik larung gadis cantik jelita sirna hingga saat ini, dan tegaklah Tauhid.

Semoga Allah membalas perjuangan khalifah Umar dan sahabat Amer bin al Ash dalam menegakkan tauhid dan syari’at Islam.

Ya Allah satukanlah kami bersama kedua sahabat Nabi-Mu ini di surga. ( al bidayah wa an nihayah)

Senin, 10 Juni 2013

sebuah dialog, Apakah Tuhan benar-benar ada?

Sebuah Dialog, Apakah Tuhan Benar-benar Ada?


Alkisah, Ada seorang pemuda yang lama sekolah diluar negeri,ia telah kembali ketanah air, sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama (Ustadz)/siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaan darinya.

Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.

Pemuda :: (Dng nada sombong pemuda itu bertanya) Anda siapa…???dan apakah bisa
menjawab pertanyaan saya…???

Ustadz :: Saya hanya hamba ALLAH & dengan izinnya saya akan menjawab pertanyaan anda.

Pemuda :: (Tetap dng nada sombong)Anda yakin….??? sedang profesor & banyak orang pintar saja gak mampu menjawab pertanyaan saya.

Ustadz :: Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya….!!!

Pemuda :: Saya punya 3 buah pertanyaan…???
1. Kalau memang TUHAN itu ada,tunjukan wujud TUHAN kepada saya ?
2. Apakah yang dinamakan TAKDIR ?
3. Kalau SETAN diciptakan dari api, kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api,tentu tidak menyakitkan buat setan,sebab mereka memiliki unsur yang sama..? apakah TUHAN tidak pernah berfikir sejauh itu..?

Tiba-tiba Pemuka Agama tersebut menampar pipi si pemuda dengan keras.
(sambil menahan sakit) si
Pemuda berkata :::
Pemuda : Kenapa…??? anda marah kepada saya…???

Ustadz :: Saya tidak marah…!!! tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya..!!!

Pemuda :: Saya sungguh2 tidak mengerti..???!!!

Ustadz :: Bagaimana rasanya tamparan saya..!?

Pemuda :: Tentu saja saya merasakan sakit..!

Ustadz :: Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada ?!!

Pemuda :: Ya..percaya !!

Ustadz :: Tunjukan pada saya wujud sakit itu ??!!

Pemuda :: Saya tidak bisa..!!!

Ustadz :: Itulah jawaban pertanyaan pertama,kita semua merasakan keberadaan TUHAN tanpa mampu melihat wujudnya.

Ustadz :: Apakah tadi malam anda bermimpi akan di tampar oleh saya..??!!

Pemuda:: Tidak…!!!

Ustadz:: Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini..??!!

Pemuda :: Tidak…!!!

Ustadz :: Itulah yang dinamakan TAKDIR !!!

Ustadz :: Terbuat dari apakah tangan yang saya gunakan untuk menampar anda..??!!

Pemuda :: Kulit…!

Ustadz :: Terbuat dari apa pipi anda…??!!

Pemuda :: Kulit…!!!

Ustadz :: Bagaimana rasanya tamparan saya..??!!

Pemuda :: Sakit…!!!

Ustadz :: Walaupun setan terbuat dari api dan neraka terbuat dari api, jika TUHAN berkehendak maka neraka akan menjadi tempat menyakitkan bagi setan.

semoga bermanfaat

cara ruqyah pengobatan rosulallah SAW

Cara Ruqyah Pengobatan Rasulullah SAW


Ruqyah bukan pengobatan alternatif. Justru seharusnya menjadi pilihan pertama pengobatan tatkala seorang muslim tertimpa penyakit. Sebagai sarana penyembuhan, ruqyah tidak boleh diremehkan keberadaannya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: “Sesungguhnya meruqyah termasuk amalan yang utama. Meruqyah termasuk kebiasaan para nabi dan orang-orang shalih. Para nabi dan orang shalih senantiasa menangkis setan-setan dari anak Adam dengan apa yang diperintahkan Allah dan RasulNya”.

Karena demikian pentingnya penyembuhan dengan ruqyah ini, maka setiap kaum Muslimin semestinya mengetahui tata cara yang benar, agar saat melakukan ruqyah tidak menyimpang dari kaidah syar’i.

Tata cara meruqyah adalah sebagai berikut:

1. Keyakinan bahwa kesembuhan datang hanya dari Allah.

2. Ruqyah harus dengan Al Qur’an, hadits atau dengan nama dan sifat Allah, dengan bahasa Arab atau bahasa yang dapat dipahami.

3. Mengikhlaskan niat dan menghadapkan diri kepada Allah saat membaca dan berdoa.

4. Membaca Surat Al Fatihah dan meniup anggota tubuh yang sakit. Demikian juga membaca surat Al Falaq, An Naas, Al Ikhlash, Al Kafirun. Dan seluruh Al Qur’an, pada dasarnya dapat digunakan untuk meruqyah. Akan tetapi ayat-ayat yang disebutkan dalil-dalilnya, tentu akan lebih berpengaruh.

5. Menghayati makna yang terkandung dalam bacaan Al Qur’an dan doa yang sedang dibaca.

6. Orang yang meruqyah hendaknya memperdengarkan bacaan ruqyahnya, baik yang berupa ayat Al Qur’an maupun doa-doa dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Supaya penderita belajar dan merasa nyaman bahwa ruqyah yang dibacakan sesuai dengan syariat.

7. Meniup pada tubuh orang yang sakit di tengah-tengah pembacaan ruqyah. Masalah ini, menurut Syaikh Al Utsaimin mengandung kelonggaran. Caranya, dengan tiupan yang lembut tanpa keluar air ludah. ‘Aisyah pernah ditanya tentang tiupan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam meruqyah. Ia menjawab: “Seperti tiupan orang yang makan kismis, tidak ada air ludahnya (yang keluar)”. (HR Muslim, kitab As Salam, 14/182). Atau tiupan tersebut disertai keluarnya sedikit air ludah sebagaimana dijelaskan dalam hadits ‘Alaqah bin Shahhar As Salithi, tatkala ia meruqyah seseorang yang gila, ia mengatakan: “Maka aku membacakan Al Fatihah padanya selama tiga hari, pagi dan sore. Setiap kali aku menyelesaikannya, aku kumpulkan air liurku dan aku ludahkan. Dia seolah-olah lepas dari sebuah ikatan”. (HR Abu Dawud, 4/3901 dan Al Fathu Ar Rabbani, 17/184).

8. Jika meniupkan ke dalam media yang berisi air atau lainnya, tidak masalah. Untuk media yang paling baik ditiup adalah minyak zaitun. Disebutkan dalam hadits Malik bin Rabi’ah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Makanlah minyak zaitun , dan olesi tubuh dengannya. Sebab ia berasal dari tumbuhan yang penuh berkah”.(Hadits hasan, Shahihul Jami’ (2/4498).)

9. Mengusap orang yang sakit dengan tangan kanan. Ini berdasarkan hadits ‘Aisyah, ia berkata: “Rasulullah, tatkala dihadapkan pada seseorang yang mengeluh kesakitan, Beliau mengusapnya dengan tangan kanan…”. (HR Muslim, Syarah An Nawawi (14/180).

Imam An Nawawi berkata: “Dalam hadits ini terdapat anjuran untuk mengusap orang yang sakit dengan tangan kanan dan mendoakannya. Banyak riwayat yang shahih tentang itu yang telah aku himpun dalam kitab Al Adzkar”. Tindakan yang dilakukan sebagian orang saat meruqyah dengan memegangi telapak tangan orang yang sakit atau anggota tubuh tertentu untuk dibacakan kepadanya, (maka) tidak ada dasarnya sama sekali.

10. Bagi orang yang meruqyah diri sendiri, letakkan tangan di tempat yang dikeluhkan seraya mengatakan ?????? ???? (Bismillah, 3 kali).

“Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari setiap kejelekan yang aku jumpai dan aku takuti”.(HR Muslim, kitab As Salam (14/189).)

Dalam riwayat lain disebutkan “Dalam setiap usapan”. Doa tersebut diulangi sampai tujuh kali.
Atau membaca :

“Aku berlindung kepada keperkasaan Allah dan kekuasaanNya dari setiap kejelekan yang aku jumpai dari rasa sakitku ini”.(Shahihul Jami’, no. 346)

Apabila rasa sakit terdapat di seluruh tubuh, caranya dengan meniup dua telapak tangan dan mengusapkan ke wajah si sakit dengan keduanya.(Fathul Bari (21/323). Cara ini dikatakan oleh Az Zuhri merupakan cara Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam meniup. )

11. Bila penyakit terdapat di salah satu bagian tubuh, kepala, kaki atau tangan misalnya, maka dibacakan pada tempat tersebut. Disebutkan dalam hadits Muhammad bin Hathib Al Jumahi dari ibunya, Ummu Jamil binti Al Jalal, ia berkata: Aku datang bersamamu dari Habasyah. Tatkala engkau telah sampai di Madinah semalam atau dua malam, aku hendak memasak untukmu, tetapi kayu bakar habis. Aku pun keluar untuk mencarinya. Kemudian bejana tersentuh tanganku dan berguling menimpa lenganmu. Maka aku membawamu ke hadapan Nabi. Aku berkata: “Kupertaruhkan engkau dengan ayah dan ibuku, wahai Rasulullah, ini Muhammad bin Hathib”. Beliau meludah di mulutmu dan mengusap kepalamu serta mendoakanmu. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih meludahi kedua tanganmu seraya membaca doa:

“Hilangkan penyakit ini wahai Penguasa manusia. Sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan kecuali penyembuhanMu, obat yang tidak meninggalkan penyakit”(Al Fathu Ar Rabbani (17/182) dan Mawaridu Azh Zham-an, no. 1415-1416).

Dia (Ummu Jamil) berkata: “Tidaklah aku berdiri bersamamu dari sisi Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kecuali tanganmu telah sembuh”.

12. Apabila penyakit berada di sekujur badan, atau lokasinya tidak jelas, seperti gila, dada sempit atau keluhan pada mata, maka cara mengobatinya dengan membacakan ruqyah di hadapan penderita. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘laihi wa sallam meruqyah orang yang mengeluhkan rasa sakit. Disebutkan dalam riwayat Ibnu Majah, dari Ubay bin K’ab , ia berkata: “Dia bergegas untuk membawanya dan mendudukkannya di hadapan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salla,m . Maka aku mendengar Beliau membentenginya (ta’widz) dengan surat Al Fatihah”.(Al Fathu Ar Rabbani (17/183))

Apakah ruqyah hanya berlaku untuk penyakit-penyakit yang disebutkan dalam nash atau penyakit secara umum? Dalam hadits-hadits yang membicarakan terapi ruqyah, penyakit yang disinggung adalah pengaruh mata yang jahat (‘ain), penyebaran bisa racun (humah) dan penyakit namlah (humah). Berkaitan dengan masalah ini, Imam An Nawawi berkata dalam Syarah Shahih Muslim: “Maksudnya, ruqyah bukan berarti hanya dibolehkan pada tiga penyakit tersebut. Namun maksudnya bahwa Beliau ditanya tentang tiga hal itu, dan Beliau membolehkannya. Andai ditanya tentang yang lain, maka akan mengizinkannya pula. Sebab Beliau sudah memberi isyarat buat selain mereka, dan Beliau pun pernah meruqyah untuk selain tiga keluhan tadi”. (Shahih Muslim, 14/185, kitab As Salam, bab Istihbab Ar Ruqyah Minal ‘Ain Wan Namlah).

Minggu, 09 Juni 2013

kenapa dalam islam wanita tidak boleh jabat tangan dengan pria?

Kenapa dalam Islam wanita tidak boleh jabat tangan dengan pria?


Bismillahirrahmanirrahim

Sebuah kisah seorang lelaki non Muslim bertanya kepada Ulama: “Kenapa dalam Islam wanita tidak boleh jabat tangan dengan pria?”

Syaikh menjawab: “Bisakah kamu berjabat tangan dengan Ratu Elizabeth?

Lelaki non Muslim Menjawab: “Oh tentu tidak bisa! cuma orang-orang tertentu saja yang bisa berjabat tangan dengan ratu.”….

Syaikh tersenyum & berkata:” Wanita-wanita kami (kaum Muslimin) adalah para ratu, & ratu tidak boleh berjabat tangan dengan pria sembarangan (yang bukan mahramnya)”

Lelaki non Muslim bertanya lagi :”Kenapa perempuan Islam menutupi tubuh dan rambut mereka?”

Syekh tersenyum dan mengeluarkan 2 permen dari sakunya, ia membuka yang pertama terus yang satu lagi dibiarkan tebungkus. Dia melemparkan keduanya kelantai yang kotor.

Syaikh bertanya: ” Jika saya meminta anda untuk mengambil satu permen, mana yang Anda pilih?”

Lelaki non Muslim menjawab: “Yang tertutup..”

Semoga bermanfaat buat kita semua.